TOUNA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana kembali melaksanakan Ibadah Minggu sebagai bagian dari pembinaan kerohanian, Minggu (25/1/2026) pukul 09.00 WITA.
Ibadah berlangsung dengan khidmat di Gereja Oikoumene Lapas Kelas IIB Ampana ini dipimpin oleh Pendeta Yusran Bando, S.Th dari GKST Calvary Ampana, yang hadir memberikan pelayanan rohani kepada WBP.
Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi WBP untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat iman, serta membangun ketenangan batin selama menjalani masa pidana.
Pembinaan kerohanian merupakan salah satu program pembinaan kepribadian yang secara konsisten dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIB Ampana.
Melalui kegiatan ibadah rutin, diharapkan WBP dapat mengalami perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik, memiliki harapan, serta siap kembali ke tengah masyarakat dengan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Ibadah Minggu ini diikuti oleh seluruh WBP yang beragama Nasrani dan turut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, bersama Petugas Pengamanan Rupam B, Surya Pratama Rongrean.
Kehadiran jajaran Lapas menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan pembinaan kerohanian yang humanis dan berkelanjutan.
Dalam ibadah tersebut, Pendeta Yusran Bando, S.Th menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Bacaan Alkitab Filemon 1:8–22. Bacaan ini menekankan makna kasih, pengampunan, serta kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Firman tersebut relevan dengan proses pembinaan WBP, bahwa setiap manusia memiliki peluang untuk memperbaiki diri dan menjalani hidup yang bermakna.
Pendeta juga menjelaskan bahwa pesan dalam surat Filemon mengajarkan pentingnya sikap saling menerima, memaafkan, dan membangun hubungan yang didasari kasih, sebagai bekal rohani bagi WBP dalam menjalani kehidupan ke depan.
Pada kesempatan tersebut, Kalapas Kelas IIB Ampana Luther Toding Patandung menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan ibadah yang rutin dilaksanakan setiap hari Minggu melalui kerja sama dengan para pendeta gereja di wilayah Kota Ampana di bawah naungan Pembimas Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una.
Kalapas mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin dengan baik sehingga bimbingan kerohanian dapat berjalan secara berkesinambungan hingga saat ini.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa kegiatan bimbingan kerohanian dan ibadah rutin ini merupakan bagian penting dalam proses pembinaan WBP, guna membentuk pribadi yang lebih baik, beriman, dan bertanggung jawab.
Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Diharapkan melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, WBP dapat terus meningkatkan kualitas iman dan moral sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. (red/**)





