TOLITOLI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Senin (26/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Darul Hisab Lapas Kelas IIB Tolitoli ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, beserta jajaran pegawai, serta diikuti dengan penuh khidmat oleh para Warga Binaan.
Dalam peringatan tersebut, Lapas Tolitoli menghadirkan penceramah K.H. Gus Ahmad bin K.H. Mukhlisun dari Pondok Pesantren Krincing, Magelang, yang menyampaikan tausiah bertema “Perjalanan Rasulullah” Tausiah ini menjadi sarana penguatan spiritual bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Selain tausiah, kegiatan juga diisi dengan lantunan sholawat bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sukriyanto Datu Amas, Ustadz Khalid, dan Ustadz Umam, serta diikuti oleh santri Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf Dapalak dan Warga Binaan, sehingga menciptakan suasana religius yang penuh kekhusyukan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan bahwa peringatan hari besar keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter Warga Binaan.
“Melalui momentum Isra Mi’raj ini, kami ingin menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, serta akhlak mulia kepada Warga Binaan. Pembinaan rohani merupakan fondasi penting agar mereka mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Mansur.
Mansur menambahkan bahwa Lapas Tolitoli berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
“Kami tidak hanya fokus pada pembinaan keterampilan, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual sebagai bekal utama bagi Warga Binaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tolitoli, Feldianto, menyampaikan bahwa pembinaan rohani terus menjadi program prioritas.
“Kami berupaya menghadirkan kegiatan keagamaan secara rutin sebagai bekal spiritual bagi Warga Binaan. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh tidak hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di dalam lapas,” jelas Feldianto.
Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut juga mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya.
“Kami sangat bersyukur bisa mengikuti peringatan Isra Mi’raj ini. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih tenang, lebih dekat kepada Allah, dan termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta mendapat respons positif dari para peserta.
Melalui kegiatan keagamaan ini, Lapas Kelas IIB Tolitoli terus berkomitmen memberikan pembinaan menyeluruh, baik secara mental, spiritual, maupun sosial, sebagai bekal Warga Binaan dalam proses reintegrasi ke masyarakat. (red/**)





