TOLITOLI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan pemasyarakatan melalui percepatan rencana pembangunan Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tolitoli. Upaya tersebut diwujudkan melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan pihak perbankan.
Pada Rabu (28/1/2026), Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli bersama jajaran melaksanakan koordinasi dan konsultasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tolitoli serta BRI Cabang Tolitoli, dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.
Koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli yang diterima langsung oleh Kepala Dinas PUPR Zulkarnain, ST, membahas aspek teknis pembangunan Pos Bapas, meliputi penilaian kelayakan gedung, ambang batas kerusakan bangunan, kesiapan dan status lahan, serta tahapan perencanaan teknis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menyampaikan bahwa pembangunan Pos Bapas Tolitoli merupakan kebutuhan strategis dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
“Pembangunan Pos Bapas Tolitoli sangat penting untuk mendekatkan layanan pembimbingan kemasyarakatan kepada masyarakat. Melalui koordinasi ini, kami memastikan seluruh aspek teknis dan dukungan lintas sektor dapat dipersiapkan secara matang,” ujar Mansur.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Feldianto, menegaskan bahwa keberadaan Pos Bapas akan berdampak langsung pada efektivitas pembimbingan klien pemasyarakatan.
“Dengan adanya Pos Bapas di Tolitoli, pelaksanaan pembimbingan kemasyarakatan akan lebih optimal, efektif, dan menjangkau masyarakat secara langsung,” ungkap Feldianto.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli, Zulkarnain, ST, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung rencana pembangunan sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Kami siap memberikan pendampingan teknis sesuai aturan yang berlaku, terutama terkait kelayakan bangunan, kesiapan lahan, serta tahapan perencanaan teknis agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Selain koordinasi dengan pemerintah daerah, Lapas Tolitoli juga melakukan pertemuan dengan BRI Cabang Tolitoli yang diterima oleh Sisca selaku PGS Pimpinan Cabang. Pertemuan tersebut membahas penjajakan kemungkinan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta mekanisme administrasi yang perlu dipenuhi.
Sisca menyampaikan bahwa pihak BRI pada prinsipnya terbuka terhadap program pembangunan yang memberikan manfaat sosial.
“Kami menyambut baik rencana pembangunan Pos Bapas Tolitoli dan siap memberikan informasi serta pendampingan terkait mekanisme CSR sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BRI,” ujarnya.
Kegiatan koordinasi ini turut didampingi oleh Kepala Urusan Umum Widi, serta Petugas Pembimbing Kemasyarakatan Pos Bapas Tolitoli Fantako Koes Riyadi.
Melalui sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Lapas Kelas IIB Tolitoli berharap rencana pembangunan Bapas Tolitoli dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari penguatan sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. (red/**)





