Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Tolitoli Laksanakan SAE Kebun Hortikultura dan Peternakan

TOLITOLI Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus memperkuat pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Pada Senin (26/1/2026), Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tolitoli melaksanakan kegiatan Sarjana Agro Edukasi (SAE) Kebun Hortikultura dan Peternakan.

Bacaan Lainnya

Pembinaan kemandirian tersebut dilaksanakan di beberapa titik, antara lain lahan milik masyarakat yang disewa di depan Lapas seluas 1.562 meter persegi dengan melibatkan empat orang Warga Binaan, lahan milik UPT di belakang Lapas seluas 324 meter persegi.

Serta samping Rumah Dinas Kepala Lapas seluas 78 meter persegi, serta lahan brandgang seluas 771 meter persegi yang dikelola oleh tiga orang Warga Binaan.

Selain itu, kegiatan pembinaan peternakan dilaksanakan di lahan milik UPT di belakang Lapas seluas 228 meter persegi dengan melibatkan satu orang Warga Binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan bahwa pembinaan SAE merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menyiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan dan mental kerja yang baik.

“Melalui pembinaan kemandirian ini, kami ingin membekali Warga Binaan dengan kemampuan nyata yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi proses membangun harapan dan masa depan yang lebih baik, ” ujar Mansur.

Pada sektor hortikultura, Warga Binaan mengelola tanaman sayuran seperti kangkung, sawi, bayam merah, dan kacang panjang. Sementara pada sektor peternakan, dikelola 35 ekor ayam yang terdiri dari ayam kecil dan ayam dewasa, serta enam ekor bebek dengan berbagai kategori indukan, jantan, dan anakan.

Kegiatan harian yang dilakukan meliputi pembersihan rumput liar di area tanaman serta pemberian pakan ternak secara rutin.

Kasubsi Kegiatan Kerja (Giatja), Frengki, menjelaskan bahwa kegiatan SAE dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan.

“Kami memastikan setiap Warga Binaan yang terlibat benar-benar mendapatkan pembinaan teknis, mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga pemeliharaan ternak. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal kemandirian ekonomi bagi mereka, ” jelas Frengki.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Lapas Kelas IIB Tolitoli juga melakukan penanaman komoditas rica dan terung menggunakan media polibag.

Hingga saat ini, sebanyak 250 polibag telah terisi dan ditempatkan di dua lokasi, yakni area Lapas lama/Kantor Bapas dan depan Kantor Lapas Kelas IIB Tolitoli.

Salah satu Warga Binaan yang terlibat, Ramdan, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan pembinaan tersebut.

“Kami merasa diberi kepercayaan dan kesempatan untuk belajar hal baru. Kegiatan ini membuat kami lebih semangat dan merasa berguna, serta memberi harapan agar nanti bisa bekerja mandiri setelah kembali ke masyarakat, ” ungkap Ramdan.

Seluruh rangkaian kegiatan SAE Pembinaan Kemandirian Kebun Hortikultura dan Peternakan berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali.

Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pembinaan berkelanjutan sekaligus wujud nyata komitmen Lapas Kelas IIB Tolitoli dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan. (red/**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *